Sejarah

SEJARAH PENDIRIAN
STIH NIAS SELATAN

Penggagas dan pendiri perguruan tinggi di Teluk Dalam yang sekarang lebih dikenal dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nias Selatan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nias Selatan dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Nias Selatan adalah Bambowo Laiya, M.A. dan Sitasi Zagoto, M.A. pada tanggal 1 September 2002, karena mereka menyadari bahwa pintu gerbang kemajuan hanya dapat dibuka dengan satu anak kunci yaitu anak kunci pendidikan.

Seperti diketahui bahwa Nias Selatan pada saat itu tergolong daerah tertinggal, terluar, termiskin di antara kabupaten lain di Sumatera Utara. Oleh karena kemiskinan maka banyak orang tua tidak mampu menyekolahkan anak-anak mereka hingga ke tingkat perguruan tinggi. Maka sering kedua pendiri itu mengatakan bahwa “Nias Selatan bodoh karena miskin, dan Nias Selatan miskin karena bodoh”. Oleh sebab itu mata rantai kebodohan tersebut harus diputus terlebih dahulu melalui pendirian lembaga pendidikan, khususnya lembaga perguruan tinggi setelah itu kemiskinan sedikit demi sedikit dapat diminimalkan.

Yang mendorong semangat pendiri untuk mendirikan perguruan tinggi Nias Selatan itu adalah pengalaman mereka ketika mengadakan perjalanan darat pulang pergi dari Jakarta langsung ke Teluk Dalam dengan mengendarai mobil. Di setiap titik henti seperti di Lampung, Lubuk Linggau, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Padang, Bukit Tinggi, Padang Sidempuan dan Sibolga, mereka selalu bertemu dengan anak-anak Nias yang rata-rata berusia muda, pria dan wanita. Pada umumnya anak-anak Nias tersebut gagah dan cantik. Anak-anak itu selalu mengatakan bahwa orang tua mereka tidak mampu membiayai studi mereka ke tingkat perguruan tinggi, bahkan studi lanjutan ke Gunungsitoli sekalipun mereka tidak mampu karena kekurangan ekonomi keluarga. Lalu mereka nekat menyebrang lautan dan mencari pekerjaan apa saja seperti tukang cuci piring restoran, pembantu rumah tangga, pekerja pabrik, kuli bangunan, pembabat rumput di perkebunan besar, tukang becak dan buruh di pelabuhan. Dari penuturan anak-anak Nias tersebut, pendiri tergerak hatinya untuk mendirikan sebuah lembaga perguruan tinggi di Nias Selatan agar anak-anak muda di sana dapat memperoleh pendidikan akademis sebelum mereka merantau.

Berdasarkan kondisi tersebut, maka pendiri berinisiatif mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Nias Selatan pada tanggal 6 November 2013 supaya anak-anak dari Kabupaten Nias Selatan dan sekitarnya memiliki kesempatan untuk belajar di perguruan tinggi dalam jarak yang dekat dan biaya yang dapat terjangkau. Izin Operasional Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Nias Selatan dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2013 dengan Nomor Surat Keputusan 551/E/O/2013.  Surat Keputusan operasional ini ditandatangani oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. STIH Nias Selatan telah menerima mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2014/2015.